Jari-jarimu menari di ponsel milikmu. Kamu sibuk melihat kehidupan orang lain yang terlihat bahagia. Mereka tersenyum dan tertawa di postingan yang mereka bagikan.

Tanpa kamu tahu, apa mereka benar-benar bahagia?

Kamu berkaca ke diri kamu sendiri. Lalu kamu bertanya,

“Apa aku bahagia?”

Tanpa kamu sadari, pipi kamu bersimbah dengan air mata.

Air mata kebahagian? Atau air mata kesedihan?

Lalu kamu mulai membayangkan kehidupan teman-teman kamu yang terlihat bahagia dengan kehidupan kamu yang kamu pikir tidak bahagia.

Aku tahu kamu punya banyak masalah, begitu juga dengan mereka yang pura-pura bahagia di media sosial.

Masalah hidup tidak henti hentinya menerjang kamu, hingga membuat kamu ingin menyerah.

Terkadang kamu berpikir Tuhan tidak adil.

“Mengapa selalu aku saja yang menderita?”

“Mengapa Tuhan mengujiku dengan cobaan yang begini besarnya?”

Aku percaya Tuhan itu Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Aku percaya Tuhan tidak akan memberikan cobaan yang tidak bisa kamu selesaikan.

Ketika kamu mendapatkan cobaan yang kamu pikir berat. Itu tandanya Tuhan percaya kepada kamu. Tuhan tahu kamu bisa menyelesaikannya.

Sederas derasnya hujan, suatu saat hujan itu akan berhenti. Bahkan mungkin kamu akan melihat pelangi yang indah.

Dan bukankah setiap kejadian yang kamu alami ada sebab yang menyebabkan hal itu terjadi?

Aku percaya hidup ini pilihan.

Kamu adalah seorang pengendara yang mengendarai kendaraan yang kamu sebut dengan kehidupan. Kamu yang menentukan arah kehidupan kamu, sedangkan Tuhan adalah pemberi izin nasib kamu.

Tuhan tidak akan mengubah nasib kamu, kecuali kamu berusaha untuk mengubah nasib kamu.

Percayalah Tuhan sayang sama kamu. Ketika kamu percaya sama Tuhan, Tuhan akan semakin cinta sama kamu. Karena cinta adalah saling percaya.

Kamu jangan menyerah ya?