Aku mengerti dia adalah orang yang teramat spesial. Dia berbeda dari laki-laki pada umumnya.

Kamu pikir dia serius akan menikahi kamu. Kamu beranikan diri memberikan hati kamu untuk dia.

Aku mengerti begitu berat untuk melepaskannya. Kalian saling berkomitmen, kalian saling memberi semangat satu sama lain. Memberikan perhatian meskipun di tengah kondisi yang menghimpit hati.

Di dalam lubuk hati kamu, kamu berharap dia adalah jodoh kamu, menjadi imam kamu kelak. Kamu berharap dia adalah orang terakhir yang akan mengisi hatimu.

Hingga akhirnya kamu tidak punya alasan untuk meninggalkannya.

Aku mengerti, sangat mengerti…..

Aku tahu laki-laki seperti dia tidak boleh dilepaskan. Kamu sangat menyayanginya. Kamu takut kehilangan dia.

Ketika laki-laki lain datang hanya untuk melepas jenuh, dia datang untuk memberikan warna di kehidupan kamu.

Dia begitu memperjuangkanmu. Meski beberapa kali dia tidak kamu hiraukan, meskipun beberapa kali kamu menyakit hati dia. Dia selalu datang dengan senyuman di wajahnya. Dia tidak menghiraukan sudah berapa banyak luka yang sudah ia dapat.

Membuat kamu tidak punya alasan untuk meninggalkannya, meski sekadar mengatakan….

“Maaf kamu terlalu baik untukku”

Dia selalu membuat kamu tersenyum, tertawa, membuat kamu lupa akan perihnya dunia.

Namun, bayangkan bila rasa yang kamu rasakan berubah menjadi candu. Menyiksa hati dan raga bila suatu saat nanti kamu kehilangan dia.

Aku…Aku hanya tidak ingin kamu merasakan patah hati. Ketika perasaan kamu terhadap dia sudah sangat mengakar kuat. Ketika harapan kamu terhadap dia sudah begitu besar.

Lalu akhirnya dia meninggalkan kamu…

Kamu tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan. Apa dia adalah jodoh kamu? Apa dia akan selalu ada di sisi kamu?

Karena tidak ada yang pasti. Bahkan hati kamu sendiri.