Virus Corona telah menyebabkan kekhawatiran di masyarakat. Tidak hanya di Indonesia namun juga hampir di seluruh dunia. Penyebarannya yang cepat, vaksin dan obat yang belum ditemukan, ketidakpastian kapan wabah ini akan berakhir, membuat banyak masyarakat yang cemas.

Belum lagi ditambah dengan hoax yang bertebaran di masyarakat dan berita-berita tentang kasus Corona di seluruh dunia.

Tidak hanya itu saja, virus Corona pun membuat banyak kehidupan masyarakat berubah dalam sekejap. Korban PHK dan kasus perceraian semakin banyak, harga barang banyak yang mengalami kenaikan.

Mungkin sulit untuk happy di dalam kondisi tidak menentu seperti ini.

Tapi kamu harus berusaha untuk menjaga kondisi mental kamu agar kamu tidak cemas ataupun stres. Ketika kamu cemas ataupun stres, imun kamu akan menurun. Penyakit pun akan mudah untuk memasukimu, termasuk virus Corona.

Lebih bagus lagi kalau kamu bisa bahagia dalam kondisi sulit seperti sekarang ini.

Emiliana Simon-Thomas, seorang ahli ilmu saraf yang mengajar ilmu kebahagiaan di kursus edX dan telah diikuti oleh lebih dari setengah juta siswa di seluruh dunia, menyampaikan tiga tips utama agar bahagia:

1. Kesadaran Diri

Kesadaran diri atau self awareness maksudnya adalah kamu tidak boleh menyerah atas kondisi sekarang. Terus berpikir positif dan yakin suatu saat nanti pandemi Corona akan berakhir.

Ahli saraf Emiliana Simon-Thomas, Direktur Sains dari The Greater Good Science Center (GGSC) Universitas California Berkeley, mengatakan “Masalah terbesar krisis ini adalah kita tidak mengetahui kapan krisis ini berakhir.”

Tapi dengan berpikiran positif, kamu dapat mengurangi kecemasan yang ada di diri kamu.

Ketika kamu berpikir positif, kamu akan merasa bahagia dan akan meningkatkan sistem imun kamu.

Sebagai satu di antara solusinya, Sumi Lestari, ahli Kesehatan Mental Universitas Brawijaya (UB) Malang, menyarankan agar masyarakat bijak dalam memilih sumber infomasi. Karena kalau kamu salah dalam memilih sumber informasi, kecemasakan kamu bisa bertambah.

2. Tetap Berkomunikasi dengan Orang Lain

Berkomunikasi dengan keluarga atau orang terdekat sangatalah penting di masa pandemi Corona. Kalau kamu tidak dapat bertemu secara langsung, kamu dapat menghubungi mereka via video call atau aplikasi chatting.

Manusia adalah makhluk sosial, ketika kamu tidak berinteraksi dengan orang lain kamu akan mudah menjadi depresi. Hubungan sosial kamu pun akan terganggu. Kamu tidak mau kan hubungan kamu dengan orang terdekat kamu berpikir gara-gara virus corona?

Untuk mengatasi musibah ini, kamu dan orang-orang terdekat kamu harus saling menguatkan.

3. Berlatih untuk bersyukur


“Coba untuk menulis kejadian-kejadian yang baik yang terjadi pada hari itu. Tulis juga siapa saja orang yang terlibat di dalamnya. Tidak perlu orang yang kamu kenal dekat, orang yang baru kamu kenal pun bisa kamu tulis. Dengan menulis seperti itu akan membantumu merasa bersyukur dengan kehidupan kamu” kata Emiliana Simon-Thomas.

Bersyukur membuat hidup kita tenang, nyaman, damai , dan bahagia.

Menurut Sumi Lestari., ketika seseorang merasa bahagia, tubuh akan mengeluarkan interferon-protein yang berfungsi melawan virus serta membentuk imunitas.

Salah satu cara agar bahagia adalah dengan cara bersyukur.

Ketika kamu sulit untuk bersyukur, coba deh kamu lihat orang-orang yang menurut kamu lebih menderita dari kamu. Mungkin terlihat jahat. Tapi cara itu cukup efektif untuk membuat kamu bersyukur.

Kamu juga bisa bersyukur dengan hal-hal kecil yang ada di sekitar kamu. Seperti udara, makanan dan minuman, baju, rumah. Banyak orang di luar sana yang sulit untuk makan.

Selain berusaha untuk bahagia kamu juga harus waspada virus Corona. Panik jangan, waspada harus. Dengan waspada kamu akan melakukan tindakan preventif seperti banyak mengkomsumsi makanan dengan gizi seimbang, rajin mencuci tangan, menggunakan masker ketika keluar rumah, dan jangan lupa banyak berdoa agar wabah corona segera berakhir.