Saya menerjemahkannya dari CNN. Untuk latihan.

London (CNN) Saat ini dunia sedang mengalami krisis global yang luar biasa. Hari minggu digunakan oleh masyarakat sebagai hari untuk beristirahat. Namun siapapun yang melihat para pengendara sepeda dan pelari berkumpul di taman-taman New York, pejalan kaki memadati tempat-tempat kecantikan dan sekelompok orang nongkrong di pantai-pantai California, mereka tidak akan tahu bahwa pandemi berbahaya telah menguasai dunia.

Orang yang positif Corona semakin meningkat, Italia telah memberi petunjuk apa yang mungkin akan terjadi.

Ketika wabah Corona mulai muncul di Italia, pemerintah melakukan lockdown di wilayah “zona merah” yang berada di Italia Barat. Virus Corona terus menyebar, pemerintah meng – lockdown seluruh wilayah di Italia pada tanggal 9 Maret. Bagi yang melanggar aturan akan didenda $ 232 dan penjara 6 bulan.

Meskipun sudah dibuat peraturan untuk mencegah penyebaran Corona, ratusan ribu masyarakat Italia tetap melanggar peraturan. Minggu lalu pegawai Palang Merah China mengatakan bahwa aturan-aturan yang dibuat oleh Italia kurang keras. Pada hari Jumat, ketika jumlah kematian yang terus melonjak dan rumah sakit kesulitan menangani para pasien, anggota militer dipanggil oleh pemerintah untuk membantu menegakan peraturan. Pada akhir pekan ketika Italia mengumumkan lebih dari 1.400 orang meninggal dalam waktu dua hari, pemerintah terpaksa membuat peraturan yang lebih ketat untuk masyarakat dan perusahaan.

Meskipun sekarang Eropa sudah menjadi pusat penyebaran virus Corona, banyak negara Barat yang tampaknya tidak belajar dari kasus yang telah menimpa Italia.

Di London, banyak masyarakat yang pergi ke taman untuk berjemur di akhir pekan meskipun pemerintah telah menyarankan agar masyarakat diam di rumah.  Perdana Menteri Inggris Boris Johnson  menanggapi masalah tersebut dan segera memerintahkan negaranya untuk di lockdown pada Senin malam.

“Masyarakat hanya akan diizinkan untuk keluar rumah untuk alasan-alasan sebagai berikut” kata Perdana Menteri Inggris Boson. Lalu ia menjelaskan empat alasan mengapa warga negara London boleh pergi ke luar rumah; berbelanja kebutuhan dasar, berolahraga satu kali sehari, menyediakan layanan medis, dan pergi bekerja jika pekerjaannya sangat penting untuk dilakukan di luar rumah.

“Itu saja, alasan-alasan tersebut adalah alasan yang mengizinkan kamu untuk pergi ke luar rumah. Kamu tidak boleh bertemu teman. Jika temanmu meminta kamu untuk bertemu, kamu harus mengatakan ‘Tidak.’ Kamu tidak boleh bertemu dengan anggota keluarga yang tidak tinggal serumah dengan kamu. “

Dia juga menambahkan polisi akan memaksa agar masyarakat mematuhi peraturan dengan membubarkan pertemuan publik dan memberikan denda ke orang yang melanggarnya.

Seketaris Kesehatan Inggris Matt Hancock sebelumnya pernah mengatakan warga yang tidak bisa mengikuti arahan pemerintah untuk social distancing adalah orang yang “sangat egois”. Sedangkan gubernur New York Andrew Cuomo menggambarkan masyarakat yang berkumpul di taman adalah orang yang “melakukan perbuatan yang salah”, “sombong”, dan “tidak peka”.

Namun Chick Chater, profesor Behavioral Science di Warwick Business School mengatakan kepada CNN langkah yang diambil oleh pemerintah untuk memerangi virus Corona tidak cukup, dia mengatakan para pemimpin Barat memberikan “pesan yang mempunyai makna ambigu”.Karena mereka secara bertahap menutup bar, restoran, teater dan sekolah selama seminggu terakhir namun hanya mendesak publik untuk mendengarkan saran untuk membantu mencegah penyebaran Covid-19.

“Ketika masyarakat dinasihati dengan lembut untuk melakukan sesuatu. Menurut saya masyarakat jangan memandang hal tersebut sebagai hal yang tidak masuk akal yang dilakukan secara berlebihan” kata dia.

“Karena pesan implisit yang mereka katakan tidak terlalu penting, karena jika penting kami akan mengatakannya tanpa ada pesan implisit. Jadi kami tidak mengatakan hal-hal seperti ini ‘Kami menyarankan kamu agar berhenti di lampu merah, kami menyarankan kamu agar kamu berkendara di sisi jalan ini’…….Kami cukup mengatakan kamu harus mematuhinya. Jika tidak, kamu melanggar hukum.

Pemerintah Barat enggan untuk melakukan lockdown, sedangkan di China, pemerintah China segera melakukan lockdown ketika wabah virus Corona mulai menyebar. Masyarakat di Inggris, Jerman, dan Austraria telah diberi nasihat untuk melakukan social distancing, dan perusahaan-perusahaan dihimbau untuk menyuruh karyawan mereka untuk kerja di rumah jika memungkinkan.

Jerman lebih memilih menerapkan “contact ban” daripada lockdown. Pada hari Minggu, Kanselir Angela Merkel mengumumkan di konferesi pers bahwa pemerintah akan melarang semua pertemuan yang melibatkan lebih dari dua orang, tidak termasuk warga yang tinggal bersama, untuk “mengurangi kontak” dan mengekang penyebaran dari virus Corona.

Pada akhir pekan, masyarakat banyak yang pergi ke pantai California, jalur pendakian dan taman ditutup oleh pemerintah agar masyarakat menghindari kontak dekat dengan orang lain. Pantai Bondi di Australia penuh sesak dengan ribuan orang, hingga akhirnya pada hari Sabtu pemerintah menutupnya untuk umum.

Minggu dimulai dengan orang London yang memposting photo mengerikan yang menunjukan para karyawan berdesakan masuk ke kereta, yang seharusnya hanya karyawan tertentu yang boleh masuk. Neil Coyle, seorang anggota parlemen untuk Bermondsey di London, meng-tweet photo kereta yang penuh sesak dan mengatakan dia telah meminta pemerintah untuk “mempertimbangkan penuntutan untuk  pengusaha yang tidak bertanggung jawab yang mempertaruhkan kehidupan orang lain dan NHS kita”.

Masyarakat yang marah telah membagikan banyak photo jalan dan tempat wisata yang penuh dengan orang di media sosial, dan menyebut mereka yang melanggar peraturan dengan sebutan “Covidiots”. Para wisatawan telah membanjiri tempat-tempat terpencil, sehingga menimbulkan kekhawatiran rumah sakit kecil akan kekurangan tempat untuk para pasien.

Taman Nasional Snowdonia di Wales mengatakan bahwa mereka telah mengalami “Hari pengunjung yang paling banyak semasa hidup mereka” dan meminta pemerintah untuk menjelaskan ke masyarakat panduan yang lebih jelas tentang virus Corona. Ibu dari pemain tenis Andy Murray membagikan sebuat foto kereta gandingan yang bertuliskan “Pulanglah”.

Jadi mengapa sulit untuk membuat masyarakat menurut? Kemarin Gubernur Calfornia Gavin Newson mengatakan kepada para pemuda di pantai “Jangan egois”. Menteri Pertama Skotlandia Nicola Sturgeon meminta orang untuk “melakukan hal yang benar sekarang,” dan Perdana Menteri Australia Scott Morrison mengkritik masyarat yang tidak mengikuti arahan pemerintah untuk “social distancing”.

Namun Chater mengatakan komentar-komentar tersebut tidak cukup.” Ada kesalahan yang besar di dalam komunikasi” kata dia. “Kita sudah memperhatikan China, kita juga sudah memperhatikan Korea, kita jadi tahu ada strategi yang berhasil, dan itu tidak murni teoritis”.

“Di China, hal utama yang China lakukan lockdown yang ketat, mungkin jauh lebih ketat daripada yang diperlukan” katanya “Tapi kita tahu lockdown yang sangat ketat akan berhasil memerangi virus Corona. Dan di Korea, masyarakat memiliki kebebasan yang lebih banyak untuk bergerak, tetapi pemerintah Korea melakukan tes Corona dalam skala yang besar. Mungkin kombinasi dari dua strategi tersebut diperlukan”.

China pada hari Kamis melaporkan tidak ada kasus baru setelah memberlakukan peraturan ketat yang telah dilakukan dari awal wabah Corona menyerang China, meskipun aturan tersebut membuat sebagian penghuni apartemen tidak bisa meninggalkan apartemen mereka untuk waktu lebih dari satu bulan dan membuat perekonomian mereka menurun tajam.

Social distancing adalah langkah yang paling efektif untuk menjaga tingkat infeksi tetap rendah di Hongkong, meskipun sekarang kasus meningkat lagi di Hongkong. Warga yang terinfeksi Covid-19 akan diberi gelang elektronik yang akan memantau mereka apakah mereka melanggar karantina.

Hemingway, sebuah bar di daerah Discovery Bay Hong Kong, yang memilki banyak pengunjung orang asing, minggu kemarin mengeluarkan sebuah “peringatan ke siapa saja baru kembali dari Eropa” rekaman CCTV tentang siapapun yang melanggar peraturan akan dikirim ke pihak yang berwenang.

Beberapa negara Eropa sekarang telah mengambil tindakan lebih untuk memperlambat penyebaran virus. Di Prancis, ribuan denda telah diberikan untuk mereka yang melanggar aturan kecuali perjalanan penting yang mengharuskan untuk pergi ke luar, dan lebih banyak taman dan pantai mulai ditutup.

Tetapi jika para pemimpin menginginkan lebih banyak masyarakat yang menaati peraturan , mereka harus membuat peraturan tersebut menjadi “wajib,” kata Chater – sebelum terlambat.