Whatsapp sudah merupakan kebutuhan wajib bagi masyarakat Indonesia. Hampir setiap masyarakat Indonesia yang memilki smartphone , mengunduh whatsapp di smartphone mereka. Mereka menggunakan whatsapp untuk untuk berkomunikasi jarak jauh dengan keluarga, rekan kerja, klien, teman, sahabat, dan orang-orang yang ingin mereka hubungi. Bahkan di zaman sekarang banyak orang yang menggunakan whatsapp untuk berbisnis. Video call, chatting, menelepon dapat digunakan secara gratis di whatsapp asalkan ada koneksi internet. Selain itu kita pun dapat mengupdate status layaknya media sosial.

Banyak keuntungan yang bisa diperoleh dari whatsapp jika kita menggunakannya dengan benar. Nah, mungkin ada yang bertanya-tanya mengapa judul blog ini guilty pleasure. Kalau misalkan ada yang belum tahu arti dari guilty pleasure itu, saya akan menjelaskan dengan singkat di sini. Guilty pleasure itu adalah ungkapan yang dianggap menyenangkan bagi seseorang namun merugikan. Jadi apa hubungannya guilty pleasure dengan whatsapp? Hehe.

Saya tipikal orang yang sering mengupdate status di whatsapp, terutama mengenai pendapat saya tentang berita yang lagi hot-hotnya. Saya update, lalu 10 menitnya saya delete lagi, lalu saya update lagi dengan topik yang berbeda tentunya. Lalu saya delete lagi. Siklus setan itu terus berputar. Banyak waktu yang terbuang karena saya sering update status di WA yang tidak ada manfaatnya. Setiap malam, setiap saya mau tidur saya selalu berpikiran agar besok tidak update status. Tapi sulit diubah. Hingga akhirnya saya memutuskan untuk menuliskan apa yang saya pikirkan di blog.

Hehe.