It lives in the woods is one of the stories in choices ( Choices is a mobile game, you can download it in play store and app store ). I have been playing choices for a year.

Okayy, I’m going to translate this game into bahasa Indonesia . Oh iya nama tokoh utamanya Leon (you).

“Bzzzzz” your phone is buzzing.

“Bzzzz” ponselmu bergetar

“Nnnhh…What…?”. Still half-asleep you grope around the shelf until you found your phone “Who’s texting me at three in the morning?”

“Nhhhh…Apa?” Dalam keadaan setengah tidur, kamu meraba-meraba di sekitar rak, hingga akhirnya kamu menemukan hp kamu. “Siapa yang mengirimi saya pesan jam tiga pagi?”

(These conversations below was written within your text messages)

Dan: Hey, are you there? It’s Dan. I messed up. I’m so sorry

Dan: Hai, apa kamu membaca pesanku? Ini Dan. Aku telah membuuat kesalahan. Aku benar-benar minta maaf.

You: Dan? It’s been a while. Are you okay? What happened?

Kamu: Dan? Sudah lama sekali….Apa kamu baik-baik saja? Apa yang telah terjadi?

Dan: I went back into the woods. I had to be sure. I had to prove myself that it was all in my head. But it isn’t, Leon. It’s all real. HE’S real.

Dan: Aku kembali ke dalam hutan. Aku harus memastikan. Aku harus memastikan kepada diri sendiri, kalau itu semua hanya imajinasiku saja. Tapi, ternyata bukan, Leon. Itu semua nyata. DIA nyata.

You: Dan…Are you drunk or something?

Kamu: Dan…..Apa kamu mabuk atau kenapa?

Dan: I heard him whispering, just like when we were kids.

Dan: Aku mendengar dia berbisik, seperti waktu kita masih kecil.

You: Stop it Dan! We made all that stuff up. Mr. Red was just a dumb kid’s game that get out of control. He doesn’t exist. He never did.

Kamu: Hentikan itu Dan! Kita mengarang cerita tersebut. Mr. Red hanya permainan bodoh anak-anak yang lepas kendali. Ia tidak nyata. Ia tidak pernah nyata.

Dan: He does. He’s here with me now.

Dan: Dia nyata. Dia bersama denganku sekarang

You: Wait…..Where are you?

Kamu: Tunggu…Kamu ada di mana sekarang?

Dan: I can hear him in the trees. I hear him whispering…

Dan: Aku bisa mendengar dia di pepohonan. Aku mendengar dia berbisik…

A harsh tap tap tap from the window makes you jump, dropping your phone! A dark shape looms outside the window…Heart hammering in your chest, you fumble for the light switch.
Light floods your bedroom, streaming out the window to reveal ….

Suara ketukan keras terdengar dari jendela. Kamu kaget, hingga tidak sengaja menjatuhkan hp kamu! Bayangan gelap terlihat di luar jendela….Jantung kamu berdegup kencang, kamu meraba-raba untuk menekan saklar lampu. Cahaya membanjiri kamar kamu, mengalir hingga keluar jendela untuk menunjukan….

“Dan??! What are you doing here?”. You asked Dan. (Dan itu laki-laki ya, tokoh utamanya juga laki-laki.)

“Leon, can I come in? .” Asked Dan

“I…..I guess so. Hang on”

“Dan??! Kamu sedang apa disini?” Kamu bertanya kepada Dan

“Leon, aku boleh masuk?” . Tanya Dan.

“Aku….Aku rasa boleh. Tunggu sebentar”

You move to the window and slide it open enough for Dan to climb inside.

Kamu berjalan ke arah jendela dan menggeser pintu jendela tersebut agar Dan dapat naik ke dalam.

“You’ve got some explaining to do, though. First off, how’d you get up to my window? Cause we’re definitely on the second floor right now” asked you.

“I climbed” answer Dan

“Oh….Okay, Spiderman. You sounded really freaked out in your text…”

“Tapi, kamu punya beberapa penjelasan yang harus kamu jelasin. Pertama, gimana caranya kamu naik ke jendela saya? Karena kita sekarang ada di lantai dua” tanya kamu

“Aku memanjat” jawab Dan.

“Oh…Okay, Spiderman. Di pesan yang kamu kirim, kamu kelihatannya sangat takut…..”

“It’s nothing. I’m fine. Come on we need to get the others”

“What others?”

“Our friends! Stacy, Lily, Noah, Lucas, Ava, and Andy. I’ve got something to show you. But we need to bring everyone”.

“Enggak ada apa-apa. Aku baik-baik aja. Ayolah, kita perlu ketemu dengan yang lainnya”

“Lainnya apa?”

“Teman-teman kita! Stacy, Lily, Noah, Lucas, Ava, dan Andy. Aku punya sesuatu yang ingin aku tunjukan. Tapi. kita harus berkumpul dulu”.

“Dan….I’ve barely spoken to any of that group since we were little kids. After what happened to Jane…”

“But they have to come, Leon. Everyone has to be there. That’s the rule.”

Your phone buzzes again, rattling against the floorboard. Sighing you pick it up.

“Dan…..Saya jarang bicara lagi dengan geng tersebut dari sejak kita masih anak-anak. Setelah apa yang terjadi kepada Jane….”

“Tapi. mereka harus datang, Leon. Semuanya harus berada disana. Itu memang sudah peraturannya”.

HP kamu bergetar lagi, membuat lantai ikut bergetar. Sambil menghela nafas kamu mengambilnya.

“Dan, I want to help you, but honestly you’re kind of freaking me out right now” you answered. “We’ve got our first day of school, like six hours. We can talk then, okay?”.

Your phone buzzes again, another notification popping up on the screen. You look down…”

(Percakapannya di bawah ini melewati pesan hp ya….)

Dan: Are you still there? I think I’m lost…..Leon? My battery’s almost dead, please help me!.

“Dan, saya ingin membantumu, tapi jujur kamu sekarang membuatku takut” jawab aku ” Hari pertama sekolah kita akan dimulai, sekitar 6 jam lagi. Kita bisa berbicara nanti okay

Hp kamu bergetar lagi, notifikasi lain muncul di layar hp kamu. Kamu melihat ke layar Hp…..

(Percakapannya di bawah ini melewati pesan hp ya….)

Dan: Apa kamu masih ada disana?Kayaknya aku tersesat……Leon? Batere hp aku hampir habis, tolong bantu aku!

“Wait…..” Your heart hammering

“We have to go back to the woods, Leon” answered Dan?

The lights in your bedroom flicker as a chill wind sweeps through your open window. Hands trembling, you slowly look up from your phone screen.

“….Dan?” Your hands trembling

“Tunggu….” jantung kamu berdegup kencang

“Kita harus kembali ke hutan, Leon” jawab Dan?

Cahaya lampu di kamar kamu berkedap-kedip ketika angin dingin menyapu kamar melalui jendela yang terbuka. Tangan kamu gemetaran, pelan-pelan kamu melihat ke atas dari layar ponsel kamu.

“…..Dan?” Tangan kamu gemetaran

A smile spreads across Dan’s shadowed face….Stretching wider than it should.

“Leon “ Dan smiled.

You start to back away….But Dan’s hand clamps around your wrist! You try to pull free, but he clings to you with inhuman strenght!.

“Hey!” You screamed. Your fist slams against Dan’s cheek..But he barely even flinches! “What the.”

Senyuman menyebar di wajah Dan. Lebih lebar dari seharusnya.

“Leon” Dan tersenyum

Kamu mulai mundur …Tapi tangan Dan menggengam erat pergelangan tangan kamu. Kamu berusaha untuk melepaskan diri, namun genggaman tangannya sangat kuat, seperti bukan kekuatan manusia.

“Hei!” Kamu berteriak. Kamu memukul pipi Dan. Tapi dia bahkan tidak tersentak! “Apa itu….”

Dan throws you to the floor, pinning your back against the rough boards!

“We all have to go back. Don’t you remember?” asked Dan

“Get off me!”. You claw at Dan…and his flesh crumbles beneath your fingernails! Dan leans in, his cold breath stinking of moldy dirt and blood…

“Everyone plays together, Leon…”. The creature’s hand tighten around your throat . Your vision begins to blur, shadow seeming to writhe and bleed in the dark room.

“Hnnnnngggg” You have no breath left to scream. You simply sink, paralyzed by terror, into a cold, black nothingness

Dan mendorongmu ke lantai, menjepit punggungmu ke lantai kasar!.

“Kita harus kembali. Kamu tidak ingat?” tanya Dan

“Lepaskan saya!” kamu mencakar Dan….dan daging dia hancur di bawah kuku jari kamu! Dan berada di atas kamu, nafas dia bau tanah dan darah yang berjamur.

“Semuanya bermain bersama-sama. Leon…” tangan makhluk tersebut mengencang di sekitar tenggorokanmu. Penglihatan kamu mulai kabur, kamu melihat bayangan menggeliat dan berdarah di ruangan gelap tersebut.

“Hnnnnnggg” kamu sudah kehilangan nafas untuk berteriak. Kamu tenggelam, lumpuh karena teror, dan teror tersebut berubah menjadi kehampaan gelap dan hitam.