Bab 2 : Kstria Gagal

Saya menerjemahkannya dari website ini

Pawai kedatangan pangeran Humphrey dimulai beberapa jam setelah Sarah dan putri keluar dari kandang kuda. Derric menonton pawai tersebut di kandang kuda, di sebelah kuda kerajaan. Dia mengagumi pakaian mewah yang bahkan pelayan terendah pun mengenakannya. Raja dan ratu Dellsby tidak terlihat di kereta kuda mereka. Tapi anak laki-laki mereka terlihat sedang menunggangi kuda putih. Dia mengumumkan kehadirannya dengan senyuman yang mempesona dan lambaian tangan yang sopan

Pangeran Humprey sama persis dengan apa yang Derric bayangkan; gagah, tampan, dan menawan. Dia mirip dengan Maria dengan rambut dan kulitnya yang gelap , tapi dia tidak terlihat lembut seperti Maria, bahkan cara dia memegang tali kuda pun tak terlihat lembut. Matanya yang tak terlatih membuat dia terlihat percaya diri dan tenang, tapi Derric dapat melihat jarinya terlihat memutih ketika dia memegang erat tali kuda.

Dia gugup. Derric memperhatikan rahang pangeran naik-turun karena pangeran menggertakan giginya.

Jika aku menjadi Derric, aku juga akan gugup jika aku harus bertemu dengan tunanganku untuk pertama kalinya.

Pawainya sudah tidak terlihat dari gerbang istana, sehingga Derric kembali ke pekerjaannya.

Ketika malam tiba, Derric merawat kuda-kuda kerajaan. Malam itu udaranya dingin seakan musim dingin sebentar lagi akan tiba. Karena udaranya dingin, Derric membawa selimut untuk dipakaikan ke kuda-kuda kerajaan. Thumper, salah satu dari kuda penarik yang besar adalah kuda terakhir yang dia beri selimut. Seperti biasa, Derric menyelimuti Thumper. Dia mengambil selimut dia sendiri, dan tidur di sebelah Thumper agar Derric merasa hangat. Hampir setiap malam, meskipun di musim panas, udara di kandang kuda itu dingin. Thumper sepertinya tidak keberatan, Derric tidur di sebelah dia. Derric sudah memihara Thumper dari ketika Tumper masih muda. Derric tidak mempunyai tempat yang bisa dikatakan sebagai rumah, sehingga kandang kuda Thumper adalah tempat yang paling bagus untuk dijadikan sebagai rumah.

Derric belum berbaring selama 10 menit ketika suara berisik terdengar di kandang kuda yang gelap tersebut. Suara tersebut membuat dia dengan cepatnya berdiri.

“Derric!” teriak Sarah , terdengar tambahan suara lagi di kandang kuda tersebut ketika dia menjerit kesakitan. Tanpa diragukan lagi, Sarah tersandung ember makanan.

“Derric! Aku membutuhkanmu!”

“Kamu membutuhkanku untuk apa?”

“Kamu harus ikut denganku. Sekarang!” perintah dia sambil menarik tangannya.

“Mengapa?

“Maria membutuhkanmu! Maria dan pangeran Humphrey!”

“Saya?” Derric membeku, rasa takut mencengkramnya. “Mengapa mereka membutuhkanku?”

“Sesuatu telah terjadi. Sesuatu yang buruk, tapi aku tidak tahu apa itu. Kamu akan. Itu ada hubungannya…hubungannya dengan kutukannya”Sarah berbisik, dan kemarahan Derric melonjak.

“Tidak! Tidak, aku tidak akan membantu apapun yang berkaitan dengan sihir ibu”

“Kamu harus melakukannya! Kamu tahu lebih banyak dari orang lain tentang kutukan mantra. Hanya kamu saja” dia mempelankan suaranya, nyaris tak terdengar “Yang tahu tentang sihir yang tersisa di Opea. Kamu akan tahu bagaimana cara memperbaikinya”.

“Tapi diluar sudah gelap “Derric berpendapat “Maria mungkin sudah kena kutukan sekarang”

“Tidak, dia bilang kutukannya akan dimulai tengah malam” kata Sarah sambil berjalan ke belakangnya dan mendorong dia sekuat tenaga agar membuat dia mau berjalan. “Kamu akan ikut. Cukup tidak ada omongan lagi”

“Apa yang saya harus lakukan untuk menolong?”

“Kamu akan tahu ketika kamu sampai disana. Mereka tidak akan tahu siapa kamu. Aku hanya bilang ke Maria kamu tahu banyak tentang sejarah mantra, okay? Ini perintah kerajaan” dia mendorong Derric dengan sekuat tenaga.

“Baiklah” Derric melangkah ke samping, Sarah yang sedang mendorong Derric kehilangan orang di depannya hingga nyaris terjatuh. Derric menangkap Sarah sebelum Sarah terjatuh sambil tertawa kecil.

“Ouch. Bagus. Ayo”


Mantranya sudah diucapkan satu tahu sebelumnya, dan tidak ada yang seorang pun yang berhasil menemukan ibu Derric. Sebagai seorang penyembuh, ayahnya Derric dipanggil ke istana, istrinya berada di sampingnya. Raja dan ratu paham ada hubungan di antara mereka. Mereka bertanya mengenai keberadaan penyihir yang telah mengucapkan mantra tersebut ketika anaknya, Derric duduk di luar dan menunggu. Di hari dimana ibunya mengucapkan mantra kutukan, Derric kehilangan dukungan dari ayahnya. Depresi, Derric lari ke menara yang paling tinggi-ke kamar Maria-dan masuk ke dalam.

Berumur 9 tahun, Maria tidur di kasurnya di tengah hari. Tidak ada yang tahu benar apa kutukan yang diderita Marry. Derric kaget ketika melihat Marry terkena kutukan tidur. Itu bukan tipe sihir Gilda. Gadis kecil berambut hitam itu tidak bergerak ketika Derric mendekatinya. Dengan keberanian yang melebihi dari yang dia punya- dan sedikit kelegaan dia tidak harus membunuh naga. Derric memenuhi janjinya untuk menghilangkan kutukan Maria dan memenangkan kembali kasih sayang ayahnya. Menguatkan dirinya sendiri, dia melakukan hal yang paling kotor yang bisa anak laki-laki berumur 9 tahun lakukan.

Dia menciumnya

Tidak terjadi apa-apa

Merasa malu, Derric sadar dia bukan kastria, pangeran, ataupun pahlawan. Entah karena ibunya telah menambahkan klausa kerajaan di sihirnya atau ia tidak cukup kuat untuk menghancurkan sihirnya. Sedih, Derric kembali ke lantai bawah di mana ia menemukan Sarah sedang bermain dengan dongkrak di aula. Dia menyender ke pintu ruang tahta. Di sana ia mendengar percakapan yang paling menganggu di usia mudanya.

“Mungkin jika saya melihat putri, saya bisa..”suara ayahnya

“Dia sedang tidur” jawab Raja

“Apakah kutukannya, kutukan tidur?” tebak ibu Sarah

“Tidak, itu adalah sesuatu yang menyerangnya ketika malam tiba” jawab Ratu. “Dia diberi obat tidur, anak yang malang. Sebaliknya dia tidak tidur sama sekali”.

Sensasi senang sesaat memenuhinya. Dia tidak gagal, dia hanya salah paham. Derric tidak sadar pentingnya percakapan tersebut . Tidak sadar sampai umurnya bertambah, berbaring di kandang kuda di malam hari, ketika dia menyadari apa yang telah dia lakukan.


“Kita sampai. Okay tetap tenang. Mereka tidak tahu siapa kamu sebenarnya.” Sarah membawa Derric kembali ke masa sekarang. Dia berdiri di atas tangga yang paling atas di menara tertinggi. Mendorong pintu hingga terbuka, dia memberi aba-aba ke Deric agar dia masuk ke dalam. Seperti mimpi, Derric melewati ambang pintu ke tempat yang sudah ia berjanji tidak akan ia datangi lagi.