A stolen kiss adalah novel wattpad karangan Kelsey Keating. Teman -teman dapat membacanya di link ini. Saya hanya menerjemahkannya untuk latihan ;).

Bab 1 Ubah Takdirmu

“Pada suatu hari, bla bla bla” Sarah mengeluh. Ia berbaring di tumpukan jerami.

Derric Harver tertawa. Ia melanjutkan menurunkan jerami dari gerobak. Pelajaran sejarah tidak pernah bisa menarik minat Sarah dalam waktu yang lama.

“Kamu seharusnya belajar dari buku tersebut, bukan malah mengejeknya. Kamu tahu bagaimana ayah akan kecewa jika kamu tidak lulus dari ujian sejarah. Kamu butuh lulus ujian agar bisa naik jabatan. Bukan lagi menjadi  seorang pelayan putri”

“Terus kenapa kalau tidak?” Sarah mengangkat bahu ” Aku tidak akan pernah menjadi bangsawan, yang mengerjakan pekerjaan kerajaan. Tidak peduli berapa banyak uang yang ibu kumpulkan , dia belum bisa menjadikanku sebagai bangsawan-mengapa aku harus berbeda?Lagipula aku bisa selalu datang kesini dan bekerja di kandang kuda bersamamu” Wajahnya berseri seri “Oh, aku suka itu !Pikirkan berapa banyak hal hal menyenangkan yang akan kita lakukan!”.

Derric tertawa terbahak bahak yang membuat dia menjatuhkan satu ikat jerami “Aku mencintaimu, adik kecilku. Tapi kita berdua tahu, kamu tidak akan bertahan sehari disini. Kamu mungkin bukan seorang bangsawan, tapi darah kamu adalah darah masyarakat kelas atas; sedangkan darahku adalah darah petani. Satu-satunya hal yang bagus aku lakukan adalah bekerja di sini, di kandang kuda.”

“Itu tidak benar!” Sarah menatap Derric. Ia memegang pinggangnya dengan satu tangan, sedangkan tangan yang lain memegang buku sejarah “Itu apa yang ibu aku pikirkan tentang kamu. Aku tahu lebih banyak tentang kamu. Kamu bisa menjadi sarjana tertinggi di seluruh kerajaan jika kamu menunjukan ke semua orang seberapa pintarnya kamu”.

Derric mengabaikan sarah. Ia menunjuk tangannya ke halaman buku yang terbuka” Yang satu ini menarik. Itu mengenai seorang gadis bertudung merah yang mengakali seekor serigala. Kamu ingat? Apa yang telah terjadi, dan ditahun berapa?”

“Uggghhh” Sarah mengeluarkan rengekan dan menjatuhkan buku ke jerami “Bisakah aku melakukannya nanti?”

“Bukankah kamu punya banyak pekerjaan di istana? Kamu dapat dapat datang ke sana daripada belajar”

“Tidak. Maria sedang tidur. Aku punya waktu kosong di pagi hari untuk menghabiskannya bersama denganmu, tapi mungkin aku akan pergi jika kamu terus membuatku membaca buku sejarah” Sara mengedipkan matanya dan memutarkan badannya, roknya mulai kehilangan kendali.

“Kamu tahu kamu membutuhkan buku ini. Jangan menyangkalnya” Dia tersenyum lebar “Hentikan itu, kamu akan membuat gaunmu kotor”

“Kamu tahu apa yang sebaiknya kita lakukan? Kita harus membantumu keluar dari kandang kuda ini dan menjadikanmu sebagai penjaga istana. Memang tidak sekeren menjadi seorang sarjana, tapi pengawal adalah pekerjaan yang penting”

Derric menunjukkan wajahnya yang layu ke Sarah ketika dia mengambil ikatan jerami terakhir dari gerobak. Namun Sarah tidak menyerah ” Kita harus memberikanmu posisi yang baru. Kamu sangat kuat! Kamu akan menjadi penjaga istana yang luar biasa!”

“Aku tidak diterima di istana, seperti yang sangat kamu ketahui, jadi mana mungkin bisa hal itu terjadi? Aku sudah bilang ke kamu. Aku tidak apa apa di sini”.

“Apa yang telah terjadi bukan salah kamu” kata dia “Ibumu adalah satu satunya yang—“

“Sudah, jangan bicarakan hal itu” Derric membalikkan punggungnya. Dia benci membicarakan ibunya. Hal tersebut selalu membuatnya sakit perut. Sarah tidak mengerti–sangat tidak mengerti–apa yang telah terjadi –atau bagaimana Derric merindukan ibunya.

“Itu tidak adil” kata Sarah” Bukan kamu yang menyuruh dia untuk mengutuk putri. Lagipula, tidak ada yang tahu dia adalah ibu kamu. Tidak ada yang tahu siapa kamu yang sebenarnya”.

Meringis. Derric menggelengkan kepalanya. Tidak, ia tidak ingin hal itu terjadi. Lebih buruk, ia sudah pernah mencoba untuk memperbaikinya, namun malah membuatnya semakin memburuk. Kenangan yang yang tiba tiba membanjirinya membuat dia gemetar ketakutan.

“Agar aman, kita bisa memberimu nama yang baru “Sarah memberi saran “Kita dapat mengubah takdirmu. Menjadikan kamu sebagai orang yang baru”.

Kata-katanya menyengat -selalu terjadi ketika mereka membicarakan hal ini-seperti pisau di dadanya, yang tidak pernah tumpul. Ketika dia berumur 8 tahun, ayah mereka memberikan Derric ke istana untuk bekerja di kandang kuda. Ayah mereka tidak pernah kembali.  Sarah, yang ketika itu berumur 5 tahun, tidak pernah menyerah untuk membuat dia meninggalkan kandang kuda. Lebih dari 9 tahun, dia terus mengunjungi kakak laki lakinya tersebut, selalu mengagumi kakaknya, tidak pernah mengetahui keseluruhan cerita yang sebenarnya.

“Der…Dare…Dan…Danniel” kata dia memegang dagunya dan tertawa “Kamu bisa bilang kamu berasal dari kerajaan lain! Tidak akan ada yang tahu siapa kamu yang sebenarnya. Daniel Dellsby”

“Sarah, aku tidak punya waktu untuk ini. Aku sedang bekerja. Apa yang akan terjadi ketika putri terbangun?”. “

“Dia tidak akan bangun!” kata Sarah sambil menggoyangkan tangannya untuk menyangkal perkataan Derric   “Mereka telah memberikan dia obat tidur. Dia tidak akan bangun sebelum pangeran Humphrey Degalt datang!” Sarah menaikkan hidungnya dan mengangkat alisnya. Sara berpura pura menggunakan nada yang sopan ketika mengucapkan nama pangeran.

Ketika Sarah mengucapkan kata obat tidur, Derric merasa tegang. Dia ingat kenangan sembilan tahun yang lalu – hari dimana dia melakukan kesalahan terbesar dalam hidupnya.

“Dia telah diberikan obat tidur. Gadis yang malang, dia tidak bisa tidur di malam hari. Dia akan terbangun, ketika dia siap”.

“Apa gunanya kamu menjadi pelayan putri kalau kamu selalu berada di sini denganku?”

“Aku tidak selalu di sini dengan kamu”Sarah merapikan roknya yang terbuat dari kain halus yang Derric tidak tidak bisa beli “Aku hanya ada di sini ketika aku mempunyai waktu luang” di tersenyum lebar dan memeluk pinggang Derric erat-erat.

“Kamu berada di sini lebih sering dari pada di rumah bersama ayah” dia melepaskan satu lengannya dan memeluk badan sarah yang mungil.

“Maria tidak keberatan. Dia tahu aku bertemu denganmu”.

“Putri tidak melarangnya?” Derric menatap Sarah

“Um…Dia tidak tahu kamu” Sarah melepaskannya dan dia duduk di atas ikatan jerami, mengetuk-ngetuk jarinya ke pahanya.”Dia tahu aku mempunyai seorang kakak laki-laki, tapi dia tidak tahu itu….kamu. Seperti yang aku bilang, tidak ada yang tahu siapa namamu-mereka hanya memanggilmu anak kandang kuda”.

“Aku sudah dihapus dari memori” kata Derric menghela nafas ringan.

“Tepat sekali! Karena itulah kamu harus menunjukkan kepada mereka berapa banyak yang kamu bisa, mulai bergerak!”.

“Derric sudah membuka mulutnya untuk menolak saran dia lagi sebelum mereka membeku ketika mendengar suara dari6 luar kandang kuda.

“Sarah!” terdengar suara feminim yang menenangkan “Sarah, apa kamu berada di sini?” seorang wanita muda mengintip ke sekitar sudut kandang kuda. Dia menemukan Sarah, dan dia  mengeluarkan suara jeritan lembut” Saya sudah tahu kamu disini!”.

Mulut Derric terbuka lebar, dia menganga ke putri Maria Regalla dari Opea. Sudah 6 tahun sejak terakhir kali dia melihat putri dalam jarak sedekat ini. Bahu dia yang sempurna membentuk wajah berbentuk hati. Mata hitam dia menyala ketika dia melihat Sarah; mata paling besar yang pernah Derric lihat. Putri Maria Regalla mempunyai bulu mata yang tebal, panjang, dan hitam seperti rambutnya.

“Tuan putri, saya pikir kamu sedang tidur” Sarah mengulurkan tangannya dan menerima pelukan putri.

“Saya memalsukan obat tidurnya” Maria mengedipkan matanya ke Sarah. “Saya membenci obat tidur. Saya tidur di malam hari, namun mereka tidak mempercayainya”.

“Saya pikir kutukannya membuat Anda tetap terbangun di malam hari”Sarah mengerutkan keningnya. Maria menggelengkan kepalanya.

“Hidup dengan kutukan artinya belajar untuk hidup. Sudah lama saya mengetahui cara bagaimana untuk tidur . Saya tidak pernah cape di pagi hari”. Tatapan dia melewati Sarah dan berhenti di tempat Derric berdiri, yang mulutnya masih menganga.”Apakah dia kakak laki-lakimu?”.

“Iya” kata Sarah dengan senyuman. Sara berbalik menatap Derric. Maric berjalan menuju Derric, memandang dia dengan rasa ketertarikan yang tidak dapat ditahan.

“Saya sudah mendengar banyak tentang kamu dari Sarah”  suara dia menunjukan sedikit penghormatan. Meskipun tinggi Derric setengah lebih tinggi dari Maria, dia merasa pendek di hadapan Maria.

“Yang Mulia” dia bergumam. Dia membungkuk dan hal tersebut membuatnya kehilangan keseimbangan.

“Berdiri” dia membuat gesture yang merendahkan dengan tangannya. Derric menuruti apa kata Maria. Untuk waktu yang sebentar, Maria memperhatikan wajahnya. “Aneh kamu kerja di sini, sedangkan adikmu bekerja di istana. Mengapa kerja di kandang kuda, pak Digson?”

Penggunaan nama terakhir adiknya membuat keseimbangan dia goyang, namun dia berhasil menjawab dengan tergagap.